Hmm....ada kabar ya tentang gunung kelud meletus?oh,ada juga ya Surabaya terkena dampaknya yaitu sampai hujan abu?Wah,penasaran?saya juga kok,ayo baca sama sama....Dan ungkapkan opinimu atau komentarmu lewat kolom komentar.Tuwaga(Satu..Dua...Tiga) baca yuk bareng bareng,ini dia.
Gunung Sinabung di kabupaten Karo, Sumatera Utara,
mengeluarkan letusan besar, meluncurkan abu vulkanik ke angkasa dan berulang
kali memuntahkan lahar, Sabtu (4/1).
Setidaknya 30 letusan - yang terkuat dan paling sering sejak
gunung itu aktif kembali tiga bulan lalu - memaksa semakin banyak penduduk
setempat mengungsi ke penampungan sementara.
Menurut pihak berwenang setempat, letusan kuat jauh di dalam
gunung berapi itu menyebabkan aliran lahar keluar dari kawah. Lahar mengalir
sejauh 5 kilometer melalui zona eksklusif di mana penduduk diwajibkan mengungsi
dari desa Pintu Besi.Pihak berwenang mengatakan penampungan sementara kini dihuni
lebih dari 20 ribu orang.Gunung Sinabung sudah ratusan tahun tidak aktif dan
baru aktif kembali pada 2010.
Indonesia yang terletak di kawasan yang disebut "Cincin
Api Pasifik" dan memiliki aktivitas seismik tinggi, memiliki hampir 130
gunung berapi aktif.Pukul 14:37 waktu setempat (07:37 UTC) tanggal 2 Juli 2013,
gempa berkekuatan 6,1 terjadi di kedalaman 10 kilometer (6.2 mil)
denganepisentrum di dekat ujung barat laut Sumatera, 55 kilometer (34 mil) di
selatan Bireun. Gempa ini terjadi di patahan Semangko. Gempa mengguncang selama
kurang lebih 15 detik dan dapat dirasakan mulai dari ibu kota provinsi Banda
Aceh sampai Bener Meriah. Gempa begitu kuat sampai-sampai memunculkan
kekhawatiran masyarakat di Banda Aceh, 320 mil (510 km) dari episentrum, dan
guncangannya terasa hinggaMalaysia. Sedikkitnya 15 gempa susulan terjadi. Tiga
di antaranya berkekuatan 4,3, 5,5, dan 5,2.
Per 3 Juli, jumlah korban tewas resmi versi pemerintah adalah
29 orang dan korban cedera 420 orang,tetapi seorang pejabat resmi menyatakan
bahwa sedikitnya 42 orang tewas.Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah adalah
wilayah yang paling parah kerusakannya akibat gempa.Di Bener Meriah, 14 orang
tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Lebih dari 100 orang dilarikan ke rumah
sakit dan 1.500 rumah hancur di seluruh kabupaten ini. Sekian ratus orang tidur
di luar rumah pada malam hari tanggal 2 Juli karena khawatir terjadi gempa
susulan. Seorang pejabat mengatakan, "Terjadi beberapa gempa susulan kuat
dan orang-orang tidak mau pulang ke rumah, jadi mereka tidur di luar, namun
persediaan tenda yang kami miliki tidak mencukupi".Di Aceh Tengah, 17
orang dilaporkan tewas. Sebuah masjid runtuh dan menewaskan enam anak dan
memerangkap 14 orang lainnya. Tim penyelamat menggali reruntuhan sepanjang
malam 2-3 Juli, tetapi gagal menemukan jenazah anak-anak tadi. Longsor terjadi
di daerah itu dan menghancurkan 1.600 rumah. Tanggal 3 Juli, pejabat setempat
mengatakan, "Masyarakat masih ketakutan, terutama setelah terjadi gempa
susulan malam sebelumnya. Tidak ada yang berani tidur di rumah. Semua orang
tidur di jalan atau lapangan parkir." Rumah sakit dipenuhi pasien sehingga
banyak tenda didirikan di luar untuk menangani korban yang lain.
Dua tanah longsor terpisah yang dipicu oleh hujan lebat di
Indonesia barat telah menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk empat
pekerja geothermal dan 17 lainnya hilang. Demikian dikatakan pejabat Minggu
(27/1).Pejabat urusan bencana Ade Edward mengatakan 20 rumah tertimbun lumpur
dan batu-batuan yang jatuh dari bukit sekitarnya pada dini hari Minggu di desa
Tanjung Sani, distrik Agam, Sumatra Barat."Penyelamat mengeluarkan lima
jenazah dan masih mencari 17 orang lainnya yang dilaporkan terkubur dibawah
timbunan lumpur," kata Ade Edward. Tiga penduduk desa yang cedera dirawat
di sebuah rumah sakit.
Para pejabat urusan bencana mengatakan, longsor di Kerinci,
Jambi, menewaskan empat pegawai geotermal di lokasi pemboran milik PT Pertamina
Geothermal Energy.
Menurut pejabat perusahaan tersebut, Adiatma Sardjito, hujan
lebat telah memicu insiden tanah longsor di lokasi tersebut, Sabtu sore (26/1).
Menurutnya, PT Pertamina Geothermal Energy telah mengerahkan peralatan berat
untuk membantu usaha mengeluarkan jenazah dari timbunan lumpur.Hujan lebat dan
penebangan atau penggundulan hutan adalah penyebab tanah longsor dan banjir
bandang yang sering terjadi di Indonesia setiap tahun.Setelah tujuh tahun
tidur, Gunung Kelud bangun dan "mengamuk" pada pukul 22.50, Kamis 13
Februari 2014. Letusan masih terus terjadi hingga Jumat dini hari.
Kelud yang berada di tiga kabupaten di Jawa Timur: Kediri,
Blitar, dan Malang, menyemburkan kerikil dan debu di kota-kota itu. Suara
dentuman terdengar hingga Yogyakarta dan Solo.Di kota Kediri yang jaraknya
lebih kurang 37 km, terjadi hujan kerikil. Sedangkan Kota Tulungagung debu
menyebar sangat tebal. Jarak pandang Jalan Raya Kediri-Tulungagung hanya 15
meter. Warga di sekitar Kelud diminta mengosongkan wilayah dengan radius 10 km
dari Kelud.Dalam sejarah, Gunung Kelud termasuk dalam tipestratovulkan dengan
karakteristik letusan eksplosif. Seperti banyak gunung api di Pulau Jawa, Kelud
terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng
Eurasia.
Sejak tahun 1300, gunung ini tercatat aktif meletus dengan
rentang jarak waktu yang relatif pendek sekitar 9-25 tahun. Gunung Kelud
merupakan gunung api yang berbahaya bagi manusia.Kekhasan gunung api ini adalah
adanya danau kawah yang ada hingga akhir tahun 2007. Saat terjadi erupsi, lahar
letusan sangat cair keluar dan membahayakan penduduk sekitarnya. Akibat
aktivitas tahun 2007 yang memunculkan kubah lava, danau kawah nyaris sirna dan
tersisa semacam kubangan air. Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa
dari letusan besar masa lalu yang meruntuhkan bagian puncak purba. Dinding di
sisi barat daya runtuh terbuka sehingga kompleks kawah membuka ke arah itu.
Puncak Kelud adalah yang tertinggi, berposisi agak di timur
laut kawah. Puncak-puncak lainnya adalah Puncak Gajahmungkur di sisi barat dan
Puncak Sumbing di sisi selatan.
Aktivitas Kelud
Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari
15.000 jiwa. Letusan pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.
Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat
secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah
letusan pada tahun 1919 yang memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir
lahar dingin yang menyapu pemukiman penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun
1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali
meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15
tahunan bagi letusan gunung ini.
Pada 1919, erupsi Gunung Kelud menyebabkan sebanyak 5.160 jiwa
meninggal dan merusak sampai 15.000 ha lahan produktif. Aliran lahar dingin
mencapai 38 km dan tak mampu ditampung bendung penahan lahar di Kali Badak.Karena
letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau
kawah, dan selesai pada tahun 1926. Secara keseluruhan dibangun tujuh
terowongan. Pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah
letusan tahun 1966, 45 meter di bawah terowongan lama.
Terowongan yang selesai tahun 1967 itu diberi nama Terowongan
Ampera. Saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau kawah agar tetap 2,5
juta meter kubikGunung Kelud juga pernah meletus hebat pada tahun 1990. Saat
itu letusan terjadi hingga 45 hari. Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer
dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu. Terakhir,
aktifitas Kelud meningkat pada September 2007 lalu. Terjadi peningkatan suhu
air danau kawah, kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari
kehijauan menjadi putih keruh.
Status Awas (tertinggi) dikeluarkan oleh PVMBG sejak 16
Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung.
Sebanyak 135.000 jiwa mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.Aktivitas Gunung
Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air
danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada tanggal 3 November 2007, suhu
air danau melebihi 74 derajat celsius, jauh di atas normal gejala letusan
sebesar 40 derajat celsius, sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak.
Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar menyebabkan
petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan. Akibat
aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan
munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava
dari tengah-tengah danau kawah pada November 2007 hingga berukuran selebar 100
m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga
letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong
kubah lava sisa letusan tahun 1990.
Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin
berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan
menjadi Siaga.Danau kawah Gunung Kelud praktis hilang karena kemunculan kubah
lava yang besar. Saat ini tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh
berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava.Saat ini, suhu Gunung Kelud
mencapai 55 derajat dan trennya terus naik. Meski mengalami peningkatan aktivitas
sejak akhir 2007 dan ditetapkan dalam status Awas (tertinggi), Gunung Kelud
tidak benar-benar meletus. Kini Gunung Kelud kembali menggeliat, seberapa
siapkah kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar